PENDAHULUAN
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah
data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang
strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat
komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer
dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi
telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran
yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi
ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi
tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti
sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana
kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok
yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran.
Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara
baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan
seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh
berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan
berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e- seperti e-commerce, e-government,
e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy,
dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. EVOLUSI EKONOMI GLOBAL 1.
Ekonomi Agraris, sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat
agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi
yang paling dominant. 2. Ekonomi Industri , sesudah terjadi revolusi industri,
dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi
industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling
penting. 3. Ekonomi Informasi, saat ini, manusia cenderung menduduki tempat
sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini
berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi
(information focused). Dalam hal ini
telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci
(enabler technology). Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu
pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien
untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang
membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini
juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Apapun namanya, dalam
era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam
hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi
suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah
“jarak sudah mati” atau “distance is dead”, yang makin lama makin nyata
kebenarannya. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi
dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang
menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
PERKEMBANGAN, IMPLIKASI,
DAN PEMANFAATAN TI DAN TK DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA PERKEMBANGAN TI DAN TK
DI INDONESIA
• Teknologi Siaran Sejak PELITA I
teknologi berupa siaran radio dan televisi telah diprogramkan. Memang sarana
dan prasarana pada waktu itu belum ada atau belum memadai, namun dengan
perkembangan teknologi siaran, seperti siaran langsung dari satelit dan
pemancar ulang berdaya rendah, telah memungkinkan dicapainya seluruh pelosok
tanah air. Teknologi ini terus berkembang sampai dengan PELITA berikutnya, yang
kemudian berkembang dengan munculnya televisi swasta dan jaringan televisi
siaran lokal. • Satelit Komunikasi Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki
era informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Sistem satelit
komunikasi ini merupakan kebutuhan yang unik bagi Indonesia, karena keadaan dan
letak geografisnya. Dasar pertimbangan pengembangan sistem ini adalah untuk
keperluan pendidikan, penerangan, hiburan, pemerintahan, bisnis, pertahanan
keamanan, dan perindustrian. • Komputer Perkembangan perangkat keras komputer
berlangsung sangat pesat. Selain daya muatnya yang semakin besar, kecepatan
operasinya juga semakin tinggi. Jika sepuluh tahun yang lalu microprocessor
komputer mampu mengakses memori dengan kecepatan perjutaan detik, maka saat ini
kecepatannya sudah dihitung dengan permiiliar (nano) detik. Komputer meja atau
personal computer saat ini sudah tidak dipandang sebagai barang mewah lagi,
melainkan sebagai suatu kebutuhan yang esensial untuk dapat mengikuti kemajuan.
Boleh dikatakan tidak ada satu kantorpun yang tidak memiliki dan mengoperasikan
komputer. • Teknologi Video (Perekam Video) Perkembangan dalam teknolofi video
sejalan dengan perkembangan komunikasi dan komputer, meskipun orientasi
utamanya adalah untuk keperluan hiburan.
PERKEMBANGAN TI DAN TK MENURUT RAMALAN
PARA AHLI Dari dulu sejak sebelum maraknya penggunaan TI dan TK dalam kehidupan
dan dalam bidang pendidikan pada khususnya, para ahli telah mengungkapkan
ramalannya tentang penggunaan TI dan TK ini. Berikut ini kita bahas beberapa
ramalan para ahli tersebut. “Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran
dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah
pendidikan yang lebih terbuka” (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita
melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada
ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah
(Deschooling Socieiy),” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes
(flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa
pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Mason R.
(1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh
jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya
gedung sekolah. Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan
kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan
latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan
nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time). Teknik pengajaran baru
akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner. Romiszowski &
Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication
(CMC). Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan
bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan
lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait
pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif.
PERKEMBANGAN DAN IMPLIKASI TI DAN
TI DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA Kecenderungan perkembangan dan implikasi dunia
pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah: 1. Berkembangnya pendidikan
terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). 2. Sharing
resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan. 3.
Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia,
dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video. DISTANCE LEARNING
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka
pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan
menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan
dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat
jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya,
semuanya itu sudah dapat dilakukan. Faktor utama dalam distance learning yang
selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan
mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk
melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu
nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam
suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan
online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list,
discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan
tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara
pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi
dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa.
Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan
dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan
langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran
online. Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki
unsur sebagai berikut: (1) Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web
based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat
kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi
kuliah, mencari informasi dan sebagainya. (2) Interaksi dalam grup; Para
mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi
yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan
sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya. (3) Sistem administrasi
mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status
mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya. (4) Pendalaman materi dan ujian;
Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk
pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa
belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
(5) Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi
kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital
seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan
berbentuk database. (6) Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang
perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada
bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan
lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.
CONTOH LAIN PEMANFAATAN ATAS
PERKEMBANGAN TI DAN TK UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA • Perpustakaan elektronik
(e-library) Revolusi teknologi informasi tidak hanya mengubah konsep pendidikan
di kelas tetapi juga membuka dunia baru bagi perpustakaan. Perpustakaan yang
biasanya merupakan arsip buku-buku dengan dibantu teknologi informasi dan
internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi
lebih agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Dengan banyaknya
perpustakaan tersambung ke internet, sumber ilmu pengetahuan yang biasanya
terbatas ada di perpustakaan menjadi tidak terbatas • Surat elektronik (e-mail)
Dengan aplikasi e-mail, seorang guru, orang tua, pengelola, dan siswa dapat
dengan mudah saling berhubungan. Pihak sekolah dapat membuat laporan perkembangan
siswa dan prestasi belajar baik diminta orang tua atau pun tidak. Dalam
kegiatan belajar diluar sekolah, siswa yang menghadapai kesulitam materi
pelajaran dapat bertanya lewat e-mail kepada pihak sekolah atau guru bidang
studi. Demikian pula untuk guru yang berhalangan hadir dapat memberikan tugas
via e-mail kepada siswa. • Ensiklopedia Sebagian perusahaan yang menjalankan
ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk
menampung ensiklopedia sehingga duharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak
hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video dan audio. • Jurnal
atau majalah ilmiah Salah satu argumentasi umumnya di dunia pendidikan
Indonesia adalah kurangny akses informasi ke jurnal atau majalah ilmiah yang
berada di internet sehingga memudahkan bagi para siswa untuk mengakses
informasi ilmiah terkahir yang ada di seluruh dunia. • Pengembangan homepage
dan sistim distribusi bahan belajar secara elektronik (digital) Sistem
pembelajaran melalui homepage dapat dikembangkan dalam bentuk sekolah maya
(virtual school) sehingga semua kegiatan pembelajaran mulai dari akses bahan
belajar, penilaian, dan kegiatan administrasi pendukung dapat secara online
selama 24 jam. • Video teleconference Keberadaan teknologi informasi video
teleconference memungkinkan bagi anak-anak di seluruh dunia untuk saling
mengenal dan berhubungan satu dengan lainnya. Video teleconference di sekolah
merupakan saranan untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain
peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social. Disamping itu dapat
pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang guru.
KESIMPULAN
Sejak tahun 1976, Indonesia telah
memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era
informasi ini, TI dan TK memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler
technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan
berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk
dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini,
mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan
informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia.
Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan
yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti
penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan
lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di
masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa
mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner,
serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang,
sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling
dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi
pemimpin dalam dunianya.
PERKEMBANGAN TI
Kamis, 21 Juni 2012
Diposting oleh
Erfina Coding's Blog
di
21.47
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

File Service Terdistribusi
Selasa, 19 Juni 2012
Pengertian File Service
terdistribusi
File Sistem Terdistribusi ( Distributed File System , disingkat) adalah file sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk penyimpanan persistent di sebuah network. File server pertama kali didevelop pada tahun 1970 dan Sun NFS (Network File System) menjadi DFS pertama yang banyak digunakan setelah awal pemunculannya di tahun 1985. DFS yang terkenal selain NFS adalah AFS (Andrew File System) dan CIFS (Common Internet File System).
Sebuah file server menyediakan file service ke client. Dari sisi client terdapat interface untuk file service dalam hal operasi primitif file, seperti membuat file (create), menghapus (delete) dan read / write file. Komponen perangkat keras utama yang mana file server mengontrolnya adalah sebuah local storage (umumnya disk drive / HDD). Ditempat itulah file-file tersimpan dan dari tempat tersebut request client meretrive file. Pada DFS client, server dan juga perangkat penyimpanan merupakan mesin terpisah dalam sebuah lingkungan terdistribusi (Intranet).
Layanan File Terdistribusi
1.Layanan Dasar
– Tempat penyimpanan tetap untuk data dan program
– Operasi terhadap file (create, open, read,…)
– Multiple remote clients (dalam intranet)
– File sharing
– Menggunakan semantic one-copy update umum, melalui RPC
2. Perkembangan baru
– Persistent object stores (storage of objects)
3. Persistent Java, Corba, …
– Replikasi, caching keseluruhan file
–Multimedia terdistribusi (contoh: file server Tiger video)
Keperluan sistem file terdistribusi
a.Transpansi
File service biasanya merupakan service yang harus di‐load paling berat dalam sebuah
intranet, sehingga fungsionalitas dan performance‐nya sangat penting.
o Transparansi akses
o Transparansi lokasi
o Transparansi mobilitas
o Transparansi performance
o Transparansi pengukuran
b.Update file konkuren
Perubahan pada sebuah file oleh seorang klien seharusnya tidak menganggu operasi dari
klien lain yang pada saat bersamaan mengakses atau mengubah file yang sama.
c.Replikasi file
Beberapa file service mendukung penuh replikasi, tetapi kebanyakan mendukung
caching file atau portion file secara lokal, bentuk replikasi yang terbatas.
d.Ke‐heterogen‐an sistem operasi dan hardware
Antarmuka service sebaiknya didefinisikan sehingga software klien dan server dapat
diimplementasikan untuk sistem operasi dan komputer yang berbeda.
e.Toleransi kesalahan
Server bisa menjadi stateless, sehingga dapat di‐restart dan service di‐restore kembali
setelah mengalami failure tanpa perlu me‐recover state sebelumnya.
f.Konsistensi
Ketika file‐file direplikasi atau di‐cache pada site yang berbeda, ada delay yang tak bisa
dihindari pada propagasi modifikasi dari satu site ke set lain yang membawa copy, dan
ini bisa menghasilkan beberapa deviasi dari one‐copy semantic.
g.Keamanan
Secara virtual, semua sistem file menyediakan mekanisme kontrol akses berdasarkan
kegunaan dari daftar kontrol akses.
h.Efisiensi
File service terdistribusi sebaiknya menawarkan fasilitas yang paling tidak, sama
bagusnya dengan yang ditemukan pada sistem file konvensional, dan sebaiknya
mendapat level performance yang dapat diperhitungkan.
Opsi Perancangan Layanan File
1.Stateful
– server menyimpan informasi tentang file yang open, posisi sekarang(current position) dan file locks
– open (dibuka) sebelum access dan kemudian ditutup
– performa yang lebih baik – pesan yang lebih pendek, dimungkinkanuntuk read-ahead
– server failure
- kehilangan state
– client failure - tables fill up
– menyediakan file locks
2.Stateless
– server tidak menyimpan state informasi
– file operations idempotent, harus mengandung semua yangdiperlukan (longer message)
– perancangan file server yang lebih simpel
– dapat dengan mudah di-recovery apabila client ataupun server crash
– locking membutuhkan extra lock server untuk mempertahankan
File Service Architecture
Pembagian tanggung jawab antar modul didefinisikan sebagai berikut ini :
• Layanan file flat
Layanan file flat berkonsentrasi pada pengimplementasian operasi dari konten suatu
file.
• Layanan direktori
Layanan direktori menyediakan pemetaan antara nama teks untuk file dan UFID‐nya.
• Modul klien
Modul klien berjalan pada tiap komputer klien, mengintegrasi dan meng‐extend operasi
dari layanan file flat dan layanan direktori dibawah antarmuka pemrograman aplikasi
tunggal yang bisa digunakan oleh program tingkat pengguna di komputer klien.
• Antarmuka layanan file flat
Merupakan antarmuka RPC yang digunakan oleh modul klien. Tidak digunakan secara
langsung oleh program tingkat pengguna.
File Sistem Terdistribusi ( Distributed File System , disingkat) adalah file sistem yang mendukung sharing files dan resources dalam bentuk penyimpanan persistent di sebuah network. File server pertama kali didevelop pada tahun 1970 dan Sun NFS (Network File System) menjadi DFS pertama yang banyak digunakan setelah awal pemunculannya di tahun 1985. DFS yang terkenal selain NFS adalah AFS (Andrew File System) dan CIFS (Common Internet File System).
Sebuah file server menyediakan file service ke client. Dari sisi client terdapat interface untuk file service dalam hal operasi primitif file, seperti membuat file (create), menghapus (delete) dan read / write file. Komponen perangkat keras utama yang mana file server mengontrolnya adalah sebuah local storage (umumnya disk drive / HDD). Ditempat itulah file-file tersimpan dan dari tempat tersebut request client meretrive file. Pada DFS client, server dan juga perangkat penyimpanan merupakan mesin terpisah dalam sebuah lingkungan terdistribusi (Intranet).
Layanan File Terdistribusi
1.Layanan Dasar
– Tempat penyimpanan tetap untuk data dan program
– Operasi terhadap file (create, open, read,…)
– Multiple remote clients (dalam intranet)
– File sharing
– Menggunakan semantic one-copy update umum, melalui RPC
2. Perkembangan baru
– Persistent object stores (storage of objects)
3. Persistent Java, Corba, …
– Replikasi, caching keseluruhan file
–Multimedia terdistribusi (contoh: file server Tiger video)
Keperluan sistem file terdistribusi
a.Transpansi
File service biasanya merupakan service yang harus di‐load paling berat dalam sebuah
intranet, sehingga fungsionalitas dan performance‐nya sangat penting.
o Transparansi akses
o Transparansi lokasi
o Transparansi mobilitas
o Transparansi performance
o Transparansi pengukuran
b.Update file konkuren
Perubahan pada sebuah file oleh seorang klien seharusnya tidak menganggu operasi dari
klien lain yang pada saat bersamaan mengakses atau mengubah file yang sama.
c.Replikasi file
Beberapa file service mendukung penuh replikasi, tetapi kebanyakan mendukung
caching file atau portion file secara lokal, bentuk replikasi yang terbatas.
d.Ke‐heterogen‐an sistem operasi dan hardware
Antarmuka service sebaiknya didefinisikan sehingga software klien dan server dapat
diimplementasikan untuk sistem operasi dan komputer yang berbeda.
e.Toleransi kesalahan
Server bisa menjadi stateless, sehingga dapat di‐restart dan service di‐restore kembali
setelah mengalami failure tanpa perlu me‐recover state sebelumnya.
f.Konsistensi
Ketika file‐file direplikasi atau di‐cache pada site yang berbeda, ada delay yang tak bisa
dihindari pada propagasi modifikasi dari satu site ke set lain yang membawa copy, dan
ini bisa menghasilkan beberapa deviasi dari one‐copy semantic.
g.Keamanan
Secara virtual, semua sistem file menyediakan mekanisme kontrol akses berdasarkan
kegunaan dari daftar kontrol akses.
h.Efisiensi
File service terdistribusi sebaiknya menawarkan fasilitas yang paling tidak, sama
bagusnya dengan yang ditemukan pada sistem file konvensional, dan sebaiknya
mendapat level performance yang dapat diperhitungkan.
Opsi Perancangan Layanan File
1.Stateful
– server menyimpan informasi tentang file yang open, posisi sekarang(current position) dan file locks
– open (dibuka) sebelum access dan kemudian ditutup
– performa yang lebih baik – pesan yang lebih pendek, dimungkinkanuntuk read-ahead
– server failure
- kehilangan state
– client failure - tables fill up
– menyediakan file locks
2.Stateless
– server tidak menyimpan state informasi
– file operations idempotent, harus mengandung semua yangdiperlukan (longer message)
– perancangan file server yang lebih simpel
– dapat dengan mudah di-recovery apabila client ataupun server crash
– locking membutuhkan extra lock server untuk mempertahankan
File Service Architecture
Pembagian tanggung jawab antar modul didefinisikan sebagai berikut ini :
• Layanan file flat
Layanan file flat berkonsentrasi pada pengimplementasian operasi dari konten suatu
file.
• Layanan direktori
Layanan direktori menyediakan pemetaan antara nama teks untuk file dan UFID‐nya.
• Modul klien
Modul klien berjalan pada tiap komputer klien, mengintegrasi dan meng‐extend operasi
dari layanan file flat dan layanan direktori dibawah antarmuka pemrograman aplikasi
tunggal yang bisa digunakan oleh program tingkat pengguna di komputer klien.
• Antarmuka layanan file flat
Merupakan antarmuka RPC yang digunakan oleh modul klien. Tidak digunakan secara
langsung oleh program tingkat pengguna.
Diposting oleh
Erfina Coding's Blog
di
02.35
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Pengertian dial up connection, modem, ISDN, DSL, ADSL, ISP
1. Dial-up
Dial-up connection atau dial-up saja adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada akses Internet dengan menggunakan jalur telepon tetap atau telepon bergerak. Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke Penyelenggara Jasa Internet. Setelah terhubung maka komputer dapat segera mengakses Internet dan kemudian mengakhiri koneksi dengan memutuskan hubungan telepon.
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
2.ISDN
ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.
3.DSL
DSL (dari bahasa Inggris: Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.
4.ADSL
ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.
5.ISP
ISP adalah perusahaan atau badan yang menyelenggarakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.
Fungsi ISP
sebagai perusahaan yang menawarkan jasa pelayanan untuk berhubungan dengan internet. Untuk mengakses, kita cukup menghubungi ISP melalui komputer dan modem. Lalu, ISP akan mengurus semua yang diperlukan untuk berhubungan dengan internet.
Contoh-contoh ISP adalah : Centrin, CBN, Cross Network Indonesia, Central Online, Cabinet dan masih banyak lagi.
Cara menginstalasi ISP :
1. Klik Start, Control Panel
2. Klik Network and Internet Connections
3. Klik Set up or change your internet connection
4. Klik Setup pada tab Connections
5. Klik next sampai 4 kali
6. pilih modem yang dipasang, lalu next
7. Masukkan nama ISP lalu next
8. masukkan phone number, next
9. pilih anyone’s use dan next
10. isikan password, username dan confirm password dan next
11. finish
Dial-up connection atau dial-up saja adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada akses Internet dengan menggunakan jalur telepon tetap atau telepon bergerak. Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke Penyelenggara Jasa Internet. Setelah terhubung maka komputer dapat segera mengakses Internet dan kemudian mengakhiri koneksi dengan memutuskan hubungan telepon.
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
2.ISDN
ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.
3.DSL
DSL (dari bahasa Inggris: Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan upload lebih rendah dari download untuk ADSL dan sama cepat untuk SDSL.
4.ADSL
ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.
5.ISP
ISP adalah perusahaan atau badan yang menyelenggarakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.
Fungsi ISP
sebagai perusahaan yang menawarkan jasa pelayanan untuk berhubungan dengan internet. Untuk mengakses, kita cukup menghubungi ISP melalui komputer dan modem. Lalu, ISP akan mengurus semua yang diperlukan untuk berhubungan dengan internet.
Contoh-contoh ISP adalah : Centrin, CBN, Cross Network Indonesia, Central Online, Cabinet dan masih banyak lagi.
Cara menginstalasi ISP :
1. Klik Start, Control Panel
2. Klik Network and Internet Connections
3. Klik Set up or change your internet connection
4. Klik Setup pada tab Connections
5. Klik next sampai 4 kali
6. pilih modem yang dipasang, lalu next
7. Masukkan nama ISP lalu next
8. masukkan phone number, next
9. pilih anyone’s use dan next
10. isikan password, username dan confirm password dan next
11. finish
Diposting oleh
Erfina Coding's Blog
di
02.32
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

DESAIN SISTEM SECARA UMUM
Tujuan desain sistem secara umum adalah
untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang
baru, persiapan dari desain terinci dan mengidentifikasikan komponen-komponen
sistem informasi yang akan didesain secara rinci.
A. DESAIN
SISTEM SECARA UMUM
Desain
terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan
mengimplementasi sistem.
Tahap
desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai
dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
B. KOMPONEN
SI YANG TERLIBAT





C. PERANCANGAN
SISTEM SECARA UMUM
Analisis
sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain. Studi
menunjukkan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan selama fase
analisis menyediakan dasar bagi desain sistem secara umum untuk dibuat. Fase
analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ke temuan.
Pada
fase ini, profesional sistem harus sering membuat fitur yang baru atau berbeda
dari model dasar yang dibuat selama analisis sistem.
Kuncinya adalah dapatkan atau tuliskan semua ke dalam kertas tanpa mencoba untuk memperbaiki desain sistem lebih awal. Aturannya adalah : berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, periksa dengan teknisi (pemrogram); desain ulang, periksa, periksa dan periksa kembali tetapi jangan coba-coba untuk membangun detail yang lebih rendah atau spec kecil selama fase ini. Semua ini akan dilakukan jika salah satu dari desain sistem secara umum sudah dipilih untuk implementasi.
Kuncinya adalah dapatkan atau tuliskan semua ke dalam kertas tanpa mencoba untuk memperbaiki desain sistem lebih awal. Aturannya adalah : berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, periksa dengan teknisi (pemrogram); desain ulang, periksa, periksa dan periksa kembali tetapi jangan coba-coba untuk membangun detail yang lebih rendah atau spec kecil selama fase ini. Semua ini akan dilakukan jika salah satu dari desain sistem secara umum sudah dipilih untuk implementasi.
D. DESAIN
OUTPUT
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi
yang dapat dilihat.




E. TIPE
OUTPUT
1) Output
Intern (internal output)
Output
Intern (internal output)Adalah output yang dimaksudkan untuk
mendukung
kegiatan manajemen. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan
disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. Output
jenis ini dapat berupa laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan dan
laporan-laporan lainnya.
2) Output
Ekstern (external output)
Output
Ekstern (external output)Adalah output yang akan didistribusikan
kepada pihak
luar yang membutuhkannya. Contoh output ekstern adalah faktur, check, tanda
terima pembayaran dan lain sebagainya. Banyak output ekstern ini dibuat di
formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi
hanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi.
F. FORMAT
OUTPUT
Bentuk atau format dari
output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative), tabel atau pabrik. Yang
paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Akan tetapi
sekarang dengan kemampuan teknologi
komputer yang dapat menampilkan bentuk grafik, maka output berupa grafik juga
mulai banyak dihasilkan, terutama output untuk keperluan manajemen tingkat menengah
ke atas
G. LANGKAH-LANGKAH
DESAIN OUTPUT SECARA UMUM
1) Menentukan
kebutuhan output dari sistem baru


2) Menentukan
parameter dari output

H. DESAIN
INPUT

a) Penangkapan
data (data capture)
b) Penyiapan
data (data preparation)
c) Pemasukan
data (data entry)
I. TIPE
INPUT
1) Input
ekstern (external input)
Input ekstern
(external input)Adalah input yang berasal dari luar organisasi, seperti
misalnya faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi.
2) Input
intern (internal input)
Input intern
(internal input)Adalah input yang berasal dari dalam organisasi, seperti
misalnya faktur penjualan, order penjualan dan lain sebagainya.
J. LANGKAH-LANGKAH
DESAIN INPUT SECARA UMUM
1) Menentukan
kebutuhan input dari sistem baru
2) Menentukan
parameter dari input






K. DESAIN
DATABASE
Basis data (database)
merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,
tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakanperangkat lunak tertentu untuk
memanipulasinya.



L. LANGKAH-LANGKAH DESAIN DATABASE SECARA UMUM

ü File
yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistembaru yang telah dibuat.

ü tipe
dari file : file induk, file transaksi, file sementaradan lain sebagainya
ü media
file : hard disk, diskette atau pita magnetic
ü organisasi
dari file : apakah file tradisional (file urut, ISAM atau file akseslangsung)
atau organisasi database (struktur berjenjang jaringan atau hubungan.
ü Field
kunci dari file.
M. DESAIN
KONTROL
Suatu
sistem merupakan subyek darimismanajemen, kesalahan-kesalahan, kecurangan-kecurangan
dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. Pengendalian yang diterapkan pada
sisteminformasi sangat berguna untuk tujuanmencegah atau menjaga terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahankesalahan ataukecurangan-kecurangan).
Pengendalian
intern juga dapat digunakan untukmelacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi
sehingga dapat dikoreksi.
N. PENGENDALIAN
SECARA UMUM

ü Pengendalian
organisasi


ü Mempelajari
cara mengoperasikan sistem
ü Sebagai
bahan training
ü Dasar
pengembangan sistem lebih lanjut
ü Dasar
bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di kemudian hari
ü Materi
acuan bagi pemeriksa system
O. DOKUMENTASI





P. DESAIN
TEKNOLOGI
Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses
data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan.
Teknologi
terdiri dari 3 bagian utama, yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software) dan teknisi (humanware atau brainware).
Q. ELEMEN-ELEMEN
DESAIN UNTUK MEMENUHI USER INTERFACE






Diposting oleh
Erfina Coding's Blog
di
02.25
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Langganan:
Postingan (Atom)